Showing posts with label Info Kesehatan Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Info Kesehatan Penyakit. Show all posts

Organ Reproduksi Wanita Rentan Terkena Penyakit Kanker Berikut Ini

Info Kesehatan - Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis di dekatnya, bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Organ Reproduksi Wanita
Organ Reproduksi Wanita
Jika kita membicarakan tentang penyakit kanker yang bisa menyerang sistem reproduksi wanita, kita tentu akan langsung berpikir tentang penyakit kanker serviks yang memang sudah memakan banyak sekali korban. Namun, tahukah anda jika sebenarnya ada beberapa jenis kanker yang juga tidak kalah berbahayanya dan bisa menyerang sistem reproduksi wanita? Apa sajakah jenis kanker-kanker tersebut?

Berikut Organ Reproduksi Wanita Rentan Terkena Penyakit Kanker :

Kanker serviks
Kanker serviks adalah kanker yang sangat mematikan. Kanker ini biasanya ditemukan pada leher rahim dan disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus atau yang disebut sebagai HPV. Virus ini sendiri bisa menular karena hubungan intim yang tidak aman. Beruntung, kaum hawa bisa mencegah munculnya kanker serviks ini dengan melakukan vaksinasi, pap smear, hingga metode IVA.

Kanker rahim
Sebagaimana namanya, kanker ini bisa menyerang lapisan dalam rahim namun juga bisa ditemukan di jaringan laur rahim. Biasanya, kanker ini disebut sebagai kanker endometrium, atau kanker yang tumbuh pada dinding rahim. Gejala dari kanker ini biasanya adalah munculnya pendarahan pada organ vital wanita yang muncul saat wanita tidak dalam fase haid atau fase menopause. Selain itu, penderitanya juga akan mengalami rasa nyeri pada panggul yang sangat hebat. Sayangnya, banyak penderita kanker rahim yang akhirnya harus merelakan rahimnya diangkat demi mencegah sel kanker ini tidak menyebar ke organ lainnya.

Kanker ovarium
Sel kanker ternyata juga bisa menyerang bagian ovarium atau indung telur wanita. Kanker ini sendiri termasuk dalam lima besar penyakit kanker paling mematikan di dunia. Penderita kanker ovarium biasanya akan mengalami gejala berupa masalah menstruasi, nyeri pada panggul, hingga sakit perut yang luar biasa. Sebagaimana pengobatan pada kanker rahim, bagian ovarium juga bisa saja diangkat untuk mencegah penyebaran sel kanker ini.

Kanker vagina
Kanker ini termasuk jarang terjadi pada wanita. Namun, andai muncul, penderitanya bisa mengalami pendarahan hebat pada vaginanya meskipun tidak sedang dalam fase haid. Sebagaimana kanker serviks, kanker vagina bisa disebabkan oleh virus HPV.

Kanker vulva
Kanker vulva bisa menyerang bagian bibir vagina dan diduga juga dipicu oleh infeksi virus HPV. Selain bisa memicu gatal-gatal dan benjolan pada vagina, kanker ini juga bisa memicu pendarahan dan jika tidak segera ditangani, maka penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya.

Sumber : doktersehat.com
Buka Situs

Penyebab Kelamin PRIA dan WANITA Gatal

Info Kesehatan - Rasa gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja. Jika Anda mengalami gatal pada alat kelamin, pasti akan terasa sangat mengganggu.

Sering kali gatal kemaluan disebabkan oleh iritasi yang akan sembuh dengan sendirinya jika penyebab dihilangkan, namun ada juga gatal pada alat kelamin, baik gatal vagina atau gatal penis, yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut. Lalu apa sebenarnya yang dapat memicu kondisi ini?

ilustrasi

Mencari tahu Penyebabnya

Gatal pada kemaluan wanita dan pria secara umum tidak terlalu berbeda, kecuali untuk beberapa penyebab tertentu.


Wanita
  • Gatal pada kemaluan wanita bisa mejadi ciri-ciri dari terjadinya infeksi jamur, bakteri, atau kondisi lainnya. Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab gatal:
  • Krim atau cairan pembilas vagina.
  • Tingkat estrogen yang tidak stabil pada wanita menjelang haid.
  • Pembalut saat haid.
  • Alat kontrasepsi vaginal.
  • Bahan kimia dari sabun atau produk pembersih tubuh lain.
  • Penyakit menular seksual seperti kutil atau infeksi kutu.
  • Kudis.
  • Kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Deterjen.
  • Kertas toilet.
  • Stres.

Pria
  • Tidak jarang gatal pada kemaluan pria diikuti oleh gejala-gejal lain, seperti rasa terbakar atau rasa tidak nyaman lainnya. Beberapa penyebab yang biasa ditemui, antara lain:
  • Infeksi jamur seperti kurap.
  • Penyakit menular seksual seperti herpes genital, kutil kelamin, dan klamidia.
  • Kudis.
  • Kutu pada rambut.
  • Pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Reaksi alergi.
  • Inflamasi pada kulup misalnya karena kebersihan yang kurang terjaga.

Mengatasi dengan Tepat

Jika mengalami infeksi jamur, maka dibutuhkan obat antijamur. Obat tersebut dapat berbentuk krim, salep, atau ada juga yang dikonsumsi secara oral.

Jika gatal pada kemaluan terjadi karena infeksi bakteri seperti gonore, maka dibutuhkan antibiotik. Anda harus senantiasa berkonsultasi kepada dokter terkait kondisi yang ini.

Beberapa penyebab khas wanita, seperti kondisi pramenopause atau alat kontrasepsi. Bicarakan terlebih dahulu mengenai solusi terbaik dengan dokter Anda. Gatal vagina saat pramenopause dapat diatasi menggunakan krim atau tablet estrogen. Sedangkan jika disebabkan oleh metode kontrasepsi tertentu, pertimbangkan untuk menggantinya dengan pilihan lain. Stres diketahui memiliki dampak buruk terhadap sistem imunitas. Hal itu dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur, baik pada pria maupun wanita.

Untuk mengatasi rasa gatal pada kemaluan, periksakan diri ke dokter. Dengan pemeriksaan fisik yang lengkap dan tes medis seperti tes urine, bisa diketahui penyebab dasarnya dan dipastikan pengobatan yang sesuai.

Meredakan Rasa Tidak Nyaman

Menjaga kebersihan di area genital tidak kalah penting dengan bagian tubuh lainnya. Saat rasa gatal pada alat kelamin sangat mengganggu, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:
  • Hindari menggaruk kemaluan yang gatal. Anda dapat menepuk atau menekan dengan lembut.
  • Jika perlu, gunakan sarung tangan saat tidur guna menghindari menggaruk tanpa sadar.
  • Jika sungguh mengganggu, Anda dapat mengompres dengan air dingin pada area yang gatal.
  • Saat mandi, lebih baik menggunakan air biasa dibandingkan air panas. Sebaiknya jangan mandi lebih dari 20 menit.
  • Gunakan handuk untuk mengeringkan tubuh. Lebih disarankan dengan gerakan menepuk, dibandingkan menggosok pada lokasi yang gatal.
  • Hindari sabun atau shower gel yang mengandung parfum.
  • Cuci pakaian dalam dengan deterjen tanpa tambahan pengharum.
  • Bagi para wanita, setelah buang air kecil, bilas dari arah depan ke belakang untuk menghindari bakteri dari anus terbawa ke alat kelamin.
  • Pilih pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan terbuat dari katun. Ganti minimal tiap 24 jam.
  • Hindari hubungan seks tanpa pengaman, terutama saat Anda atau pasangan terkena infeksi atau penyakit kelamin lainnya.

Hindari ketidaknyamanan akibat gatal pada kemaluan dengan penanganan yang sesuai. Jika gejala berlanjut atau bertambah parah, segera temui dokter untuk menemukan solusi terbaik.

Sumber : alodokter.com
Buka Situs

Penyebab Kencing Nanah (GONORE)

Info Kesehatan - Gonore atau kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum dan disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Pria maupun wanita bisa terjangkit penyakit ini. Bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan penis dan vagina dari orang yang terinfeksi.

Penyebab Kencing Nanah (GONORE)
ilustrasi
Bakteri penyakit ini bisa menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan.

Gonore paling sering menular melalui hubungan seks, seperti seks oral atau anal, mainan seks yang terkontaminasi atau tidak dilapisi dengan kondom baru tiap digunakan, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Tapi bayi juga bisa terinfeksi saat proses kelahiran jika ibunya mengidap penyakit gonore dan umumnya menjangkiti mata bayi.

Bakteri gonore tidak bisa bertahan hidup di luar tubuh manusia untuk waktu yang lama, itu sebabnya gonore tidak menular melalui dudukan toilet, peralatan makan, berbagi handuk, kolam renang, berbagi gelas, ciuman, dan pelukan.


Gejala Gonore

Sekitar 10 persen pria yang terinfeksi dan 50 persen dari wanita yang terinfeksi tidak mengalami gejala sehingga banyak penderita gonore menularkannya kepada pasangan mereka tanpa disadari.

Biasanya lebih mudah untuk mengenali gejala gonore pada pria dibandingkan wanita karena gejala awal pada wanita mungkin sangat ringan atau tidak begitu jelas sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi vagina atau infeksi saluran kemih. Infeksi akan menjalar ke organ panggul wanita jika tidak segera diobati dan bisa menyebabkan pendarahan pada vagina, sakit pada perut bagian bawah, demam, dan sakit saat melakukan hubungan seksual.

Gejala gonore yang sering muncul, baik pada pria maupun wanita, di antaranya adalah saat buang air kecil akan terasa sakit atau perih dan keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau dari vagina atau penis. Oleh karena itu, penyakit ini dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’.


Diagnosis Gonore

Diagnosis gonore pada pria bisa dilakukan dengan menguji sampel urine atau dengan metode yang bisa digunakan baik pada pria maupun wanita, yaitu dengan memeriksa sampel cairan yang keluar dari vagina atau penis. Pemeriksaan sampel urine untuk memeriksa gonore pada wanita tidak begitu akurat, itu sebabnya pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan vagina.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala gonore atau penyakit menular kelamin lainnya sebelum menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang lebih serius.


Pengobatan dan Pencegahan Gonore.

Dokter biasanya akan memberikan satu suntikan antibiotik dan satu tablet antibiotik untuk mengobati gonore, serta menganjurkan agar Anda kembali lagi satu atau dua pekan setelah pengobatan awal untuk pemeriksaan ulang dan memastikan bakteri gonore telah hilang sepenuhnya.

Gejala akibat bakteri gonore akan membaik setelah beberapa hari jika dilakukan pengobatan gonore yang efektif dan sesegera mungkin. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah yang serius.

Untuk mencegah penularan pada orang lain atau terinfeksi kembali, Anda dan pasangan Anda sebaiknya tidak berhubungan seks hingga perawatan benar-benar tuntas dan pemeriksaan ulang telah terbukti negatif.

Anda bisa terkena penyakit gonore kembali jika tidak melakukan hubungan seks yang sehat dan aman di kemudian hari. Cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, dan gunakan kondom jika melakukan hubungan seks.

Sumber : alodokter.com
Buka Situs

Mengenal Gejala Dan Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening

Info Kesehatan - Kelenjar getah bening merupakan salah satu bagian pertahanan tubuh yang dibutuhkan tubuh, bahkan pada rahang bagian bawah terdapat 600 kelenjar getah bening. Penyebab timbulnya pembengkakan kanker kelenjar getah bening bisa disebabkan oleh sel sel pertahanan tubuh yang makn bertambah yang bersumber dari KGB antara lain sel plasma, limfosit, histiosit, dan monosit.

Saat Anda mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, akan ada gejala dan ciri ciri yang khas. Berikut gejala pembengkakan pada kanker kelenjar getah bening yang perlu Anda ketahui.

Kelenjar Getah Bening
ilustrasi Kelenjar Getah Bening

Penyakit kelenjar getah bening merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui gejalanya sedini mungkin agar pengobatannya bisa lebih cepat. Ketika terjadi pembengkakan kelenjar getah benning di dalam tubuh, sebenarnya ini merupakan pertanda ada sesuatu yang salah. Pada tahap awal penyakit ini tidak terlihat gejalanya secara serius. Pada awal terjadi pembengkakan, memang terasa sangat lembut dan benjolan yang ada juga tidak terlalu besar. Besarnya benjolan hanya sebesar kacang polong atau kacang tanah.

Gejala yang umum muncul saat terjadi penyakit kelenjar getah bening misalnya sakit tenggorokan, pilek, demam dan gejala lain yang menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Selain tanda-tanda tersebut, kadang juga terjadi pembengkakan pada tungkai. Pembengkakan ini terjadi karena sistem pada saluran getah bening mengalami penyumbatan sehingga kelenjar getah bening yang ada di bawahnya terjadi pembengkakan. Gejala seperti timbul keringat pada malam hari juga bisa menjadi pertanda penyakit kelenjar getah bening. Ketika gejala-gejala seperti yang telah di sebut di atas terus terjadi dan pembengkakan semakin besar, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapat keterangan dari dokter.

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening

Penyakit kelenjar getah bening itu sendiri bisa dipicu oleh bermacam penyebab. Penyebab tersebut bisa terjadi akibat infeksi lokal atau infeksi di luar kelenjar yang membengkak. Infeksi jenis ini umumnya tidak bisa menyebab ke bagian tubuh lain. Beberapa contoh infeksi tersebut antara lain infeksi telinga, abses gigi, pilek, radang amandel, dan radang pita suara, serta infeksi kulit selulitis.

Selain infeksi lokal, membengkaknya kelenjar getah bening ini jga bisa diakibatkan oleh adanya ancaman virus, bakteri, dan lainnya. Berikut ini adalah penyebab umum yang memicu kanker getah bening.

  1. Akibat faktor genetik atau keturunan
  2. Melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terserang penyakit
  3. Konsumsi makanan yang banyak mengandung bahan kimia atau mengandung pestisida dan pengawet
  4. Kurang aktifitas fisik dan jarang olahraga
  5. Sering mengonsumsi minum-minuman yang memiliki kandungan alkohol
  6. Jarang minum air putih
  7. Gaya hidup kurang sehat dan akibat merokok

Selain penyebab umum di atas, kanker getah bening juga bisa diakibatkan oleh beberapa hal berikut.

Kanker darah
Kanker darah berbeda dengan kanker biasa sehingga tidak terlalu tampak terlihat. Akan tetapi ketika seseorang mengalami penyakit kanker darah, produksi limfosit di kelenjar getah bening cukup banyak dan menjadi tidak terkontrol. Kondisi ini disebut dengan limfoma atau leukemia.

Peradangan
Peradangan di dalam tubuh bisa terjadi oleh banyak hal misalnya infeksi zat-zat asing. Peradangan yang terjadi di dalam tubuh juga dapat memicu pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Virus
Jenis virus tertentu juga dapat memicu timbulnya penyakit kelenjar getah bening pada tubuh. Pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh virus biasanya diawali dengan demam dan gangguan tubuh lain.

Kanker getah bening ini juga bisa muncul diakibatkan penyakit TBC. Mengetahui gejala kelenjar getah bening dan ciri cirinya perlu Anda ketahui sejak dini agar sedini mungkin dapat dilakukan pemeriksaan oleh Dokte.

Via Nitips
Buka Situs

Tahukah Kamu Penyakit Anoreksia Nervosa dan Penyebabnya?

Info Kesehatan - Anoreksia Nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita Anoreksia Nervosa dipengaruhi oleh bias kognitif (pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi) dan memengaruhi cara seseorang dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya. Anoreksia Nervosa merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal, sosiologikal, dan fisiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio enzim hati ALT dan GGT, hingga disfungsi hati akut pada tingkat lanjut.

Seseorang yang menderita Anoreksia Nervosa disebut sebagai anoreksik atau (lebih tidak umum) anorektik. Istilah ini sering kali namun tidak benar disingkat menjadi anorexia, yang berarti gejala medis kehilangan nafsu makan.

Anoreksia Nervosa bisa menuntun pada pemberhentian kerja organ-organ tubuh dan kematian.

Penyakit Anoreksia Nervosa dan Penyebabnya
ilustrasi


Biasanya yang mengidap penyakit Anoreksia Nervosa adalah remaja putri atau perempuan dewasa dan usia rawan mulai munculnya anoreksia nervosa sekitar usia 16-17 tahun. Biasanya pengidap Anoreksia akan membuat tubuhnya menjadi sekurus mungkin, dan pengidap biasanya akan membatasi asupan makanan dan akan berolahraga secara berlebihan. Bahkan beberapa orang yang mengidap masalah anoreksia ini akan berusaha memuntahkan makanan yang telah mereka konsumsi.

Dibawah bawah ini adalah contoh wanita yang mengidap penyakit Anoreksia Nervosa

Valeria Levitin - wanita pengidap penyakit Anoreksia Nervosa
Valeria Levitin - wanita pengidap penyakit Anoreksia Nervosa

Berikut Ciri-Ciri Gejala Anoreksia Nervosa
  1. Pengidap anoreksia biasanya mengalami penurunakn berat badan dengan seignifikan dan tubuhnya terlihat sangat kurus.
  2. Biasanya Orang yang terkena masalah kesehatan ini akan selalu memperhatikan bentuk tubuh dirinya di depan cermin.
  3. Hampir tiap waktu menimbang berat badan tubuh.
  4. Makanan yang sudah dikonsumsi sering mereka muntahkan kembali.
  5. Kebiasaan berbohong apabila pengidap ditanya sudah makan atau belum.
  6. Pengidap anoreksia nervosa biasanya sangat memperhitungkan jumlah dari lemak, gula dan kalori dari makanan yang akan di konsumsi.
  7. Olahraga yang dilakukan sering terlalu berlebihan.
  8. Terkena masalah kesehatan yang diakibatkan dari masalah anoreksia penderita sendiri, diantaranya dehidrasi, mengalami kelelahan, tekanan darah yang rendah, rambut menjadi rontok, perasaan pusing, dan keadaan kulit yang kering.
  9. Pengidap biasanya memiliki kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan pencahar dan obat yang dapat menekan nafsu makan.

Penyebab Anoreksia Nervosa
Penyebab anoreksia nervosa secara pasti masih belum jelas. Sebagian besar spesialis percaya bahwa gangguan tersebut berasal dari gabungan sejumlah faktor, seperti faktor psikologis, lingkungan, serta genetika atau biologis.


Komplikasi yang mungkin terjadi pada penderita penyakit Anoreksia Nervosa

Anoreksia bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya yang cukup serius jika tidak berhasil diobati dalam jangka waktu yang lama. Beberapa komplikasi anoreksia nervosa adalah:
  • Denyut jantung tidak teratur.
  • Gagal jantung.
  • Menstruasi tidak lancar.
  • Anemia.
  • Gagal ginjal.
  • Kemandulan.
  • Osteoporosis.
  • Konstipasi.
  • Kematian akibat kurang gizi atau bunuh diri.

Sekian informasi tentang Penyakit Anoreksia Nervosa dan Penyebabnya. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan anda tentang kesehatan. Jaga selalu kesehatan Anda dan Salam Sehat.

Jangan Lupa Bagikan Artikel Ini :) 

Buka Situs

Cara Cek Kesehatan lewat Warna Kuku Jari

Info Kesehatan - Kuku adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh di ujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Kuku adalah bagian dari tulang bukan protein.

Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit.

Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh.

Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh.

Cek Kesehatan lewat Warna Kuku Jari
ilustrasi
Kuku yang sehat pada umumnya berwarna merah muda. Perubahan warna dan kondisi kuku jarang menjadi petunjuk pertama dari adanya penyakit serius dalam tubuh kita. Dalam kebanyakan kasus, penderita akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala penyakitnya, sebelum perubahan warna pada kuku menjadi terlihat jelas. Warna kuku bisa dikelompokkan menjadi beberapa yaitu, hitam, biru, coklat, hijau, biru-hijau, abu-abu, kuning, pucat, ungu atau merah, dan masing-masing warna mengartikan sesuatu yang berbeda-beda.

Rajin-rajinlah memerhatikan kuku Anda. Karena kelainan pada kuku rupanya bisa menjadi salah satu indikator gangguan kesehatan. Jika Anda merasa memiliki masalah, segera temui dokter atau ahli kulit. Mereka biasanya akan melakukan tes pada kuku, di samping pengujian lainnya.

Berikut ini beberapa gejala yang bisa terlihat pada kuku :

Kuku berwarna putih
Hal ini mungkin menunjukkan adanya gangguan ginjal, hati atau anemia. Garis berbentuk pita putih yang berjajar pada kuku bisa menandakan kekurangan protein.

Bintik-bintik putih pada kuku
Dalam kebanyakan kasus, perubahan ini adalah karena kekurangan seng atau luka pada kuku. Namun bisa juga merupakan indikasi masalah internal tertentu seperti arthritis, atau tanda dari keracunan. Meskipun telah dikatakan bahwa garis putih bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang serius, adanya ini lebih mungkin akibat dari kekurangan zat besi atau zinc.

Daerah di bawah kuku berwarna putih
Ketika daerah berwarna putih terlihat di bawah kuku(biasanya di ujung kuku), biasanya menunjukkan infeksi jamur dan harus ditangani secara medis. Jika separoh kuku berwarna putih dan/ atau dengan bintik-bintik gelap, terutama pada ujung, mungkin menunjukkan penyakit ginjal.

Kuku berwarna abu-abu
Bisa menunjukkan adanya masalah arthritis, edema, kekurangan gizi, efek pasca operasi, glaukoma, masalah paru-paru, emfisema, atau penyakit kardio paru.

Kuku dengan warna biru
Hal ini mungkin menunjukkan adanya obstruksi paru, emfisema, atau penyakit paru-paru. Kuku yang berubah menjadi biru mungkin juga merupakan jenis sianosis yang disebabkan oleh kurangnya sirkulasi oksigen dalam sel darah merah. Hal ini juga bisa menjadi cerminan dari tingkat bentuk abnormal dari hemoglobin yang parah. Jika warnanya kembali normal setelah pemanasan dan pijat, penyebabnya adalah karena bagian tubuh kita tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup karena dingin, penyempitan jaringan/pembuluh darah, atau alasan lain. Jika kuku masih tetap biru, mungkin ada penyakit yang mendasari atau kelainan struktural yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memasok darah merah mengandung oksigen ke bagian tubuh.

Kuku berwarna hitam
Kuku hitam bisa menunjukkan tanda-tanda anemia, kekurangan vitamin B12, infeksi bakteri, penyakit ginjal kronis, masalah kelenjar adrenal, penyakit hati, kanker atau melanoma, deposito perak (logam berat), dan trauma.

Kuku berwarna hijau
Dapat disebabkan karena alergi bahan pembersih, infeksi bakteri seperti Bacillus, infeksi jamur, bahkan emfisema yang serius.

Kuku kuning
Hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem limfatik, gangguan pernapasan, diabetes dan hati. Warna kuning di kuku juga mungkin akibat dari kondisi pernapasan seperti bronchitis kronis, atau dari pembengkakan tangan (lymphedema).

Pada sindrom kuku kuning, kuku menebal dan pertumbuhan kuku baru yang lambat mengakibatkan perubahan warna. Kuku yang terpengaruh dengan kondisi ini mungkin kurangnya kutikula, dan bisa lepas dari tempat kuku.

Kuku berwarna ungu
Mungkin adanya kekurangan oksigen, masalah pada peredaran darah, serta masalah bawaan.

Kuku berwarna merah
Kemungkinan menunjukkan adanya perdarahan otak, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit paru-paru, stroke, hingga keracunan karbon monoksida.

Samping kuku bergaris hitam
Hal ini mungkin menunjukkan tanda penyakit ginjal.

Kuku bergaris merah atau coklat
Garis berwarna pada kuku ini dikarenakan adanya perdarahan dibawah kuku, dan bisa disebabkan oleh endokarditis (radang selaput jantung), atau trichinosis (infeksi parasit dari daging babi matang). Garis yang berwarna biru tua di kuku bisa menjadi tanda kanker kulit. Garis-garis hitam kecil mungkin bisa menunjukkan adanya masalah pada jantung, dan garis-garis hitam tipis seringkali merupakan tanda penyakit jantung.

Bintik-bintik cokelat di bawah kuku
Bintik-bintik cokelat di kuku bisa menunjukkan gangguan kulit dan sendi disebut dengan psoriasis. Warna titik coklat kemerahan bisa menunjukkan kejadian kekurangan vitamin C, asam folat, atau protein.

Semoga artikel Cara Cek Kesehatan lewat Warna Kuku Jari ini bermanfaat untuk Anda semua.
Buka Situs

2 Hal Penting Tentang Kanker Usus Besar

Info Kesehatan - Jumlah penderita kanker usus besar/kolorektal meningkat setiap tahun. Risiko menderita kanker usus besar meningkat tajam pada perempuan dan laki-laki usia 50 tahun ke atas.

"Kanker usus besar tidak berkembang dalam semalam. Dibutuhkan sekitar dua tahun untuk berkembang dan menyebar," tutur Dr Dean Koh, General Surgeon Mount Elizabeth Novena Hospital Singapore.

Dr Koh menjelaskan dua hal penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat mengenai kanker usus besar. Pertama, pasien biasanya terlambat menyadari penyakit kanker ini.

ilustrasi

Ada beberapa gejala yang biasanya terjadi. Salah satunya adalah perubahan kebiasan buang air besar. Jika perubahan tanpa alasan tersebut terjadi selama dua sampai tiga bulan.

Individu lebih baik memeriksakan diri sejak dini. Menurut Dr Koh, semakin cepat diperiksa dan didekteksi, kemungkinan sembuh lebih tinggi.

Kedua, untuk kanker stadium IV, ada anggapan umum yang beredar bahwa kesempatan sembuh mustahil. Hal tersebut tidak benar.

Dr Koh menjelaskan pasien bisa bertahan dan memiliki kelangsungan hidup lebih panjang jika diobati sedini mungkin. Tentunya pasien pun perlu disiplin untum menjalankan pengobatannya.
Buka Situs