Kenali Efek Samping dari Trauma Tidur

Kenali Efek Samping dari Trauma Tidur
ilustarsi
Kenali Efek Samping dari Trauma Tidur - Trauma bisa digambarkan sebagai luka fisiologis atau kerusakan batin yang dihasilkan dari peristiwa menyedihkan, seperti pemerkosaan, kecelakaan mengerikan, dan penyerangan lain secara seksual. Trauma juga dialami ketika tidur, mulai dari mimpi buruk hingga insomnia. Depresi adalah kombinasi terburuk utama.

Berikut adalah mengenai efek samping dari berbagai trauma tidur :

1. Insomnia
Trauma otak yang terlalu banyak menerima stimulasi menyebabkan akumulasi zat kimia di saraf, seperti adrenalin dan epinephrine. Ini mengarah ke gangguan saraf otonom, keseimbangan, peningkatan gangguan tidur, dan kesehatan yang rentan.

Akibatnya, mereka yang terkena trauma ini akan mengalami insomnia. Tandanya adalah seseorang sering terbangun ketika tidur dan tidak bisa tidur lagi. Orang yang insomnia juga harus mengatasi kelelahannya disiang hari dan mengalami gangguan kognitif karena tidak bisa beristirahat tenang dimalam hari.


2. Mimpi buruk
Korban trauma ini mengalami kilas balik dan pikiran menyedihkan dari peristiwa yang menyebabkan mereka trauma. Hal ini menyebabkan kecemasan yang ekstrem dan gelisah. Kilas balik ini terjadi selama tidur dalam bentuk mimpi buruk. Mimpi buruk itu sangat menakutkan sampai membuat seseorang takut untuk tidur. Hal ini terutama terjadi pada bayi dan remaja. Fobia tidur menambah daftar lain dari masalah tidur. Mimpi buruk juga bisa disertai dengan gangguan pergerakan, dimana tak jarang seseorang berjalan ketika tidurnya.


3. Ketergantungan obat
Kebanyakan orang yang trauma tidur akhirnya beralih mengonsumsi obat tidur atau alkohol untuk mengurangi efek psikologis dan fisinya. Namun, obat tidur biasanya memiliki efek buruk. Bahkan, beberapa dari penderita trauma tidur meninggal tak berdaya karena terlampau banyak mengonsumsi pil tidur.

Orang yang mengalami trauma tidur biasanya lebih suka memutuskan tidur disiang hari. Tidur disiang hari itu tidak masalah, selama Anda tidak menjalankan aktivitas lain, seperti sekolah atau bekerja.