Kategori Makanan Ibu Hamil Yang Menyehatkan

Makanan yang sehat pada dasarnya dibutuhkan kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Tetapi makanan yang sehat menjadi semakin dibutuhkan di masa-masa kehamilan. Dengan makanan ibu hamil yang sehat, akan mengoptimalkan tumbuh kembang janin dan ibu hamil pun akan merasa lebih baik dan lebih sehat tentunya. Makanan ibu hamil yang sehat bukan berarti makan dalam jumlah yang lebih besar, melainkan makan makanan yang memenuhi gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin di rahim dan masa depannya serta menjaga kesehatan si ibu selama kehamilan dan sesudahnya.

Menurunkan berat badan pada masa kehamilan bukanlah saat yang tepat. Apabila mengalami kehilangan nafsu makan, muntah atau penurunan berat badan segera konsultasikan kesehatan anda. Berat badan ibu bayi yang normal akan naik secara perlahan dan terus-menerus seiring masa kehamilan. Kenaikan berat badan ini akan lebih bermanfaat apabila ditunjang dengan makanan ibu hamil yang sehat.

Kategori Makanan Ibu Hamil

Untuk menunjang pemenuhan gizi ibu hamil, para pakar gizi melakukan pengelompokan berdasarkan gizi yang terkandung dalam makanan ibu hamil. Pengelompokan tersebut adalah sebagai berikut:



Protein yang menyehatkan.
Sumber protein yang baik untuk makanan ibu hamil adalah ayam, kalkun, ikan, produk susu dengan  kadar lemak rendah, telur, biji-bijian, kacang, margarin, daging yang tidak berlemak dan tahu. Ibu hamil setidaknya mengkonsumsi ikan, berbagai jenis, sekitar 12 ons setiap minggunya. Hindari ikan yang mengadung merkuri untuk makanan ibu hamil. Salmon, tuna dan lele lebih aman dari paparan merkuri. Ikan menyediakan DHA yang penting untuk pertumbuhan janin. Jika anda tidak suka ikan, maka harus ada pemenuhan DHA dari sumber lainnya seperti minyak kanola ataupun suplemen DHA yang banyak tersedia di apotek.

Lemak yang menyehatkan.
Makanan ibu hamil dan menyusui harus mengandung lemak sehat, karena dibutuhkan untuk perkembangan bayi. Sumber lemak sehat untuk makan ibu hamil antara lain, minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, alpukat, dan kacang. Hindari lemak trans dan lemak yang menagalami hidrogenasi untuk makanan ibu hamil, seperti yang banyak disediakan oleh restoran siap saji. Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti susu segar dan daging tinggi lemak.

Karbohidrat yang menyehatkan.
Buah dan sayuran adalah sumber karbohidrat yang menyehatkan untuk makanan ibu hamil. pilihlah buah dan sayur yang memiliki warna-warna tua, karena pada sayuran tersebut kaya kandungan vitamin dan mineralnya. Lebih baik mengkonsumsi buah segar dibandingkan jus. Buah dan sayuran kaleng ataupun yang dijual beku, boleh dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan karena buah kaleng dalam bentuk sirup kadar gulanya tinggi. Sedangkan sayuran kaleng kadar garamnya tinggi. Batasi konsumsi makanan instan ataupun karbohidrat yang telah dihaluskan seperti kue kering, soda dan oatmeal instan.

Minuman
Minumlah air putih yang cukup. Makanan ibu hamil harus ditunjang dengan minum yang cukup. Jangan sampai merasa kehausan. Minum yang cukup ditandai dengan urine yang berwarna cerah. Untuk susu, pilihlah susu pasteurisasi yang rendah lemak. Minimalisir minum jus dan minuman lain yang terlalu manis. Minuman yang terlalu manis berarti kalorinya tinggi.

Setelah pengelompokan makana ibu hamil tersebut, yang diperlukan adalah kombinasi menu makanan yang seimbang dari kelompok-kelompok makanan tersebut dan pengolahan bahan yang tepat dari bahan mentahnya, sehingga kebutuhan gizi dari makanan ibu hamil terpenuhi. Kombinasi makanan yang seimbang untuk makanan ibu hamil perlu dikonsultasikan dengan ahlinya, karena setiap kehamilan itu unik dan membutuhkan pemenuhan gizi yang tidak sama antara ibu satu dengan yang lain.

Ketika hamil, seorang ibu lebih sensitif terhadap makanan. Lebih beresiko mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi bahan makanan. Ini disebabkan karena terjadi perubahan hormonal selama kehamilan sehingga sistem imun tubuh melemah. Hal-hal yang perlu diingat terkait pengolahan bahan untuk makanan ibu hamil adalah:
  • Cuci tangan anda sebelum dan sesudah mempersapka bahan makanan.
  • Masaklah dengan matang sempurna bahan-bahan daging, ikan, telur, dan bahan-bahan dari ternak lainnya. ini untuk menghindari kontaminasi TORCH
  • Cuci dengan bersih buah dan sayuran sebelum dimasak atau dikonsumsi.

Selain ada hal-hal yang perlu diingat untuk mempersiapkan makanan ibu hamil, ada pula hal-hal yang herus dihindari. Antara lain:
  • Keju yang pengolahannya tanpa melewati proses pasteurisasi. Seperti keju biru.
  • Daging hiu, ikan todak, dan ikan lainnya yang berpotensi mengandung merkuri.
  • Susu segar dan jus yang tidak dipasteurisasi.
  • Makanan beku, meski telah dihangatkan sebelum dihidangkan.
  • Makanan masak yang disimpan di dalam lemari es, tapi kemudian diletakkan di suhu ruang lebih dari 2 jam.

Makanan yang tidak diperbolehkan diluar masa kehamilan menjadi titik penting yang harus lebih diperhatikan untuk makanan ibu hamil. Jika dalam kondisi tidak hamil tidak boleh mengkonsumsi makanan tertentu, maka terlebih lagi di saat kehamilan. Pola makan tidak sehat diluar masa kehamilan juga harus dihindari, lebih berhati-hati lagi di masa kehamilan karena pola makan dan makanan yang sehat akan menyehatkan bayi dan ibunya, dimasa kehamilan dan sesudahnya.